Monday, April 27, 2009

MUSUH ADA DIMANA-MANA

Desi punya banyak musuh di sekolah. Ia juga punya teman, tapi musuhnya banyak juga. Dari Jeff yang marah dengannya karena digosipin pacaran sama orang jelek sampai cs nya shasha yang iri karena nilai Desi lebih bagus dari dia. Ada juga Arnold yang marah karena Desi sering mengganggu pacarnya. Pokoknya banyak deh musuhnya Desi.

Suatu hari pas hari Minggu, Desi dan papanya pergi ke taman. Papanya duduk sambil baca buku, sedangkan Desi cari sesuatu buat main. Akhirnya dia melihat sebuah ayunan. Desi mau main ayunan itu, tapi sepertinya sudah ada yang mendahului Desi, yaitu Tina, pacar Arnold yang sering diganggu Desi. Desi lalu berniat mengusir Tina.

Desi: Hei, Tina! Aku sudah duluan mau main ayunan itu! Bisa minggir, tidak?!
Tina: Ups, jadi kamu udah duluan toh? (Desi mengangguk-anggukan kepala) Kalo begitu entar kita gantian deh! Tapi aku duluan ya. (sambil memasang muka ngejek)
Desi: Gak bisa gitu dong! Aku udah liat duluan, tau!
Tina: Tapi aku duduk duluan, tau! (cuek aja)

Desi kesal lalu mendorong Tina sampai jatuh. Setelah Tina jatuh, Desi langsung menaiki ayunan itu. Tanpa disangka, Tina menangis keras karena kakinya luka. Akhirnya setelah mengetahui semuanya, papanya langsung membawa Desi pergi ke tempat lain. Ia tidak boleh lagi bermain ayunan biarkan Tina yang main.


Kini Desi pergi ke ujung taman dan melihat sebuah boneka tergeletak. Desi mengenali boneka itu adalah milik David. Karena itu Desi ingin merusaknya karena David juga musuhnya. Setelah merusak boneka itu, David melihat itu dan sangat marah , lalu memukul Desi. Desi berteriak kesakitan dan papanya datang. Melihat itu papanya kaget dan marah. Papanya berkata, "Kenapa, Des? David mukul kamu? Kamu ngerusak mainannya sih?". David langsung jawab, "Iya, Om! Desi rusak boneka aku, nih!". Dan saat itujuga, ayahnya David datang dan bilang ke David, "David, nakal kamu! Cuma gara-gara dia rusak boneka kamu aja, bukan berarti kamu boleh mukul dia!".Papa Desi langsung menarik tangan anaknya dan bilang ke ayah David, "Urusin tuh, anak kamu! Masa mukul anak saya!". Lalu ke Desi bilang,"Yuk pulang, Des! Di sini kamu berantem terus! Banyak musuh kamu di sini! Lama-lama ketemu grupnya shasha deh!".



Setelah hampir dekat pintu keluar taman, Desi langsung berkata sambil menunjuk suatu arah. "Eh, kayaknya omongan papa jadi kenyataan deh! Tuh ada shasha cs!".Dan benar saja. Ada genk shasha di ujung taman sedang tertawa-tawa melihat Desi dan papanya. Lalu shasha mulai menyindir, "Eh, liat deh! Tuh si Desi sama ayahnya!". Lalu Jane melanjutkan,"Ih, udah gede kok digandeng ayah! "Giliran Anna menyindir, "Iyah, takut ilang kali ya!". Terakhir Putri mengejek, "Dasar anak papi!". Serentak, semuanya tertawa bareng. Papa Desi terlihat kesal dan mendengus-dengus. "Kita bales aja mereka!" ajak Desi. Tapi papanya tidak setuju, "Jangan! Entar gak selese juga! Biarin aja mereka!" . Lalu mereka pulang.

Malamnya, Desi berpikir. Hari ini dia bertemu banyak musuh. Kenapa ya? Mungkin gara-gara musuhnya banyak kali ya. Lain kali kalo ada musuh, biarin aja deh. Jangan diladeni. Dan sejak saat itu Desi gak pernah mengganggu temannya lagi maupun musuh.
TAMAT

No comments: