Hai, namaku Mas William. Aku seorang satpam kompleks yang paling dipercaya orang-orang sekitar. Bahkan aku sampai mengenal orang-orang di lingkungan ini. Dan inilah pengalamanku bekerja selama 3 hari:
Hari ke-1= Seorang ibu tua berbaju merah tengah bersedih pagi ini karena bunga kesayangannya hancur tergeletak di tanah. Ia pun menyerahkan tugas ini padaku. Langkah pertama, aku bak seorang detektif segera menginterogasi beberapa warga sini. Inilah jawaban orang-orangnya ketika kuintrogasi:
-Bapak berjas hijau: Bukan aku yang hancurin bunga itu. Sungguh. Aku tadi pagi masih tidur. Kalo gak percaya, tanya aja anakku, Dick.
-Bocah ganteng( namanya Dick): Yang jelas aku gak pernah buat ibu itu marah. Ibu itu tuh, yang sering buat aku kesel karena aku gak pernah boleh main di deket rumah dia. Soal bapak mah, emang dia lagi tidur tadi pagi. Kalo aku lagi main bola sama temen aku , James.
-Bocah gundul bernama James: Tadi pagi kan, aku ke liburan ke Bandung sama Dick. Kebetulan dia punya vila disana.
Dan sebagai satpam terpercaya sekaligus calon detektif, aku pun langsung menduga bahwa pelakunya adalah James dan Dick bila dilihat dari alasan mereka. Ibu itu pun memberiku uang senilai goban.
Hari ke-2= Ada sopir taksi melapor bahwa ada 4 orang anak minta diantar dari Taman Lawang ke sini dan langsung kabur tanpa membayar. Aku pun menanyai sopir itu. "Gimana rupa dari anak-anak itu, Bang?" tanya aku. Dan dia menjawab, "Aku gak bisa inget banyak! Kalo gak salah sih, yang 1 gundul, yang 1 lagi bawa payung, trus juga ada yang pake sepatu pantofel. Semuanya laki-laki, kecuali yang satu lagi, perempuan bertopi! Bisa dipahami gak, Mas?". Aku pun membalas,"Oh, tenang aja! Serahkan smuanya padaku!".
Memang sebenarnya aku sudah kenal dengan anak-anak itu. Mereka anak-anak nakal di kompleks ini. Kalo gak salah sih, namanya Dick, James, Rina, dan Agung. Aku pun segera menangkap mereka dan kuserahkan pada sopir taksi itu. Setelah sopir itu memberiku uang senilai cepeceng, aku lalu meninggalkan keempat anak itu diurus oleh sopir itu. Aku melihat sekilas sepertinya mereka disuruh mengelap taksi itu. Kubiarkan saja karena mereka memang pantas digitukan.
Hari ke-3= Dompetku hilang. Hey, aku serius! DOMPETKU HILANG ENTAH KEMANA! Karena aku merasa anak-anak nakal tadi (tau kan?) yang selalu terlibat dalam kejadian dua hari kemaren, aku pun menyalahkan mereka mencuri dompetku untuk balas dendam. Ketika bertemu mereka, aku segera menangkap mereka dan memaksa mereka mengaku dimana dompetku diumpetin. Tapi mereka tidak mengaku juga. Dasar anak-anak nakal yang keras kepala. Saking marahnya aku sampai hampir menghukum mereka. Beruntung ketika aku sudah mau menghukum mereka ,ada anak tonggos (kakaknya Rina) datang membawa dompet aku. Katanya dompet itu dititipin di dia waktu tadi pagi aku berangkat ke pasar sebentar buat beli sayur. Ooh, malunya aku. Apalagi waktu anak-anak nakal tadi mencemooh aku gara-gara salah paham dan menyalahkan mereka.
Pesan dari aku: Buat kalian yang membaca pengalamanku ini, Harap jangan jadi pelupa dan jangan menyalahin orang lain yang kamu sebel. Oke? terima kasih karena udah mau baca ini.
TAMAT
Monday, April 27, 2009
MUSUH ADA DIMANA-MANA
Desi punya banyak musuh di sekolah. Ia juga punya teman, tapi musuhnya banyak juga. Dari Jeff yang marah dengannya karena digosipin pacaran sama orang jelek sampai cs nya shasha yang iri karena nilai Desi lebih bagus dari dia. Ada juga Arnold yang marah karena Desi sering mengganggu pacarnya. Pokoknya banyak deh musuhnya Desi.
Suatu hari pas hari Minggu, Desi dan papanya pergi ke taman. Papanya duduk sambil baca buku, sedangkan Desi cari sesuatu buat main. Akhirnya dia melihat sebuah ayunan. Desi mau main ayunan itu, tapi sepertinya sudah ada yang mendahului Desi, yaitu Tina, pacar Arnold yang sering diganggu Desi. Desi lalu berniat mengusir Tina.
Desi: Hei, Tina! Aku sudah duluan mau main ayunan itu! Bisa minggir, tidak?!
Tina: Ups, jadi kamu udah duluan toh? (Desi mengangguk-anggukan kepala) Kalo begitu entar kita gantian deh! Tapi aku duluan ya. (sambil memasang muka ngejek)
Desi: Gak bisa gitu dong! Aku udah liat duluan, tau!
Tina: Tapi aku duduk duluan, tau! (cuek aja)
Desi kesal lalu mendorong Tina sampai jatuh. Setelah Tina jatuh, Desi langsung menaiki ayunan itu. Tanpa disangka, Tina menangis keras karena kakinya luka. Akhirnya setelah mengetahui semuanya, papanya langsung membawa Desi pergi ke tempat lain. Ia tidak boleh lagi bermain ayunan biarkan Tina yang main.
Kini Desi pergi ke ujung taman dan melihat sebuah boneka tergeletak. Desi mengenali boneka itu adalah milik David. Karena itu Desi ingin merusaknya karena David juga musuhnya. Setelah merusak boneka itu, David melihat itu dan sangat marah , lalu memukul Desi. Desi berteriak kesakitan dan papanya datang. Melihat itu papanya kaget dan marah. Papanya berkata, "Kenapa, Des? David mukul kamu? Kamu ngerusak mainannya sih?". David langsung jawab, "Iya, Om! Desi rusak boneka aku, nih!". Dan saat itujuga, ayahnya David datang dan bilang ke David, "David, nakal kamu! Cuma gara-gara dia rusak boneka kamu aja, bukan berarti kamu boleh mukul dia!".Papa Desi langsung menarik tangan anaknya dan bilang ke ayah David, "Urusin tuh, anak kamu! Masa mukul anak saya!". Lalu ke Desi bilang,"Yuk pulang, Des! Di sini kamu berantem terus! Banyak musuh kamu di sini! Lama-lama ketemu grupnya shasha deh!".
Setelah hampir dekat pintu keluar taman, Desi langsung berkata sambil menunjuk suatu arah. "Eh, kayaknya omongan papa jadi kenyataan deh! Tuh ada shasha cs!".Dan benar saja. Ada genk shasha di ujung taman sedang tertawa-tawa melihat Desi dan papanya. Lalu shasha mulai menyindir, "Eh, liat deh! Tuh si Desi sama ayahnya!". Lalu Jane melanjutkan,"Ih, udah gede kok digandeng ayah! "Giliran Anna menyindir, "Iyah, takut ilang kali ya!". Terakhir Putri mengejek, "Dasar anak papi!". Serentak, semuanya tertawa bareng. Papa Desi terlihat kesal dan mendengus-dengus. "Kita bales aja mereka!" ajak Desi. Tapi papanya tidak setuju, "Jangan! Entar gak selese juga! Biarin aja mereka!" . Lalu mereka pulang.
Malamnya, Desi berpikir. Hari ini dia bertemu banyak musuh. Kenapa ya? Mungkin gara-gara musuhnya banyak kali ya. Lain kali kalo ada musuh, biarin aja deh. Jangan diladeni. Dan sejak saat itu Desi gak pernah mengganggu temannya lagi maupun musuh.
TAMAT
Suatu hari pas hari Minggu, Desi dan papanya pergi ke taman. Papanya duduk sambil baca buku, sedangkan Desi cari sesuatu buat main. Akhirnya dia melihat sebuah ayunan. Desi mau main ayunan itu, tapi sepertinya sudah ada yang mendahului Desi, yaitu Tina, pacar Arnold yang sering diganggu Desi. Desi lalu berniat mengusir Tina.
Desi: Hei, Tina! Aku sudah duluan mau main ayunan itu! Bisa minggir, tidak?!
Tina: Ups, jadi kamu udah duluan toh? (Desi mengangguk-anggukan kepala) Kalo begitu entar kita gantian deh! Tapi aku duluan ya. (sambil memasang muka ngejek)
Desi: Gak bisa gitu dong! Aku udah liat duluan, tau!
Tina: Tapi aku duduk duluan, tau! (cuek aja)
Desi kesal lalu mendorong Tina sampai jatuh. Setelah Tina jatuh, Desi langsung menaiki ayunan itu. Tanpa disangka, Tina menangis keras karena kakinya luka. Akhirnya setelah mengetahui semuanya, papanya langsung membawa Desi pergi ke tempat lain. Ia tidak boleh lagi bermain ayunan biarkan Tina yang main.
Kini Desi pergi ke ujung taman dan melihat sebuah boneka tergeletak. Desi mengenali boneka itu adalah milik David. Karena itu Desi ingin merusaknya karena David juga musuhnya. Setelah merusak boneka itu, David melihat itu dan sangat marah , lalu memukul Desi. Desi berteriak kesakitan dan papanya datang. Melihat itu papanya kaget dan marah. Papanya berkata, "Kenapa, Des? David mukul kamu? Kamu ngerusak mainannya sih?". David langsung jawab, "Iya, Om! Desi rusak boneka aku, nih!". Dan saat itujuga, ayahnya David datang dan bilang ke David, "David, nakal kamu! Cuma gara-gara dia rusak boneka kamu aja, bukan berarti kamu boleh mukul dia!".Papa Desi langsung menarik tangan anaknya dan bilang ke ayah David, "Urusin tuh, anak kamu! Masa mukul anak saya!". Lalu ke Desi bilang,"Yuk pulang, Des! Di sini kamu berantem terus! Banyak musuh kamu di sini! Lama-lama ketemu grupnya shasha deh!".
Setelah hampir dekat pintu keluar taman, Desi langsung berkata sambil menunjuk suatu arah. "Eh, kayaknya omongan papa jadi kenyataan deh! Tuh ada shasha cs!".Dan benar saja. Ada genk shasha di ujung taman sedang tertawa-tawa melihat Desi dan papanya. Lalu shasha mulai menyindir, "Eh, liat deh! Tuh si Desi sama ayahnya!". Lalu Jane melanjutkan,"Ih, udah gede kok digandeng ayah! "Giliran Anna menyindir, "Iyah, takut ilang kali ya!". Terakhir Putri mengejek, "Dasar anak papi!". Serentak, semuanya tertawa bareng. Papa Desi terlihat kesal dan mendengus-dengus. "Kita bales aja mereka!" ajak Desi. Tapi papanya tidak setuju, "Jangan! Entar gak selese juga! Biarin aja mereka!" . Lalu mereka pulang.
Malamnya, Desi berpikir. Hari ini dia bertemu banyak musuh. Kenapa ya? Mungkin gara-gara musuhnya banyak kali ya. Lain kali kalo ada musuh, biarin aja deh. Jangan diladeni. Dan sejak saat itu Desi gak pernah mengganggu temannya lagi maupun musuh.
TAMAT
MANDY VS SHERRY
Ada gadis remaja bernama Mandy. Ia sangat berbakat dalam hal bernyanyi, menari modern, bermain gitar, dan berakting. Prestasi Mandy sangat menarik dan mengundang banyak teman, termasuk para cowok. Tetapi di antara mereka ada cewek cantik bernama Sherry. Ia tidak menyukai Mandy sejak awal karena ia iri dengan keahlian Mandy. Padahal ia juga berbakat dalam hal menyanyi, membuat puisi, menari balet, dan melukis. Bahkan dari cara berjalan pun, Sherry lebih rapi dan cara berjalan Mandy mirip cowok preman. Dan Mandy sama sekali tidak cantik.
Kepopuleran Mandy membuat Mandy sombong dan ia mengetahui bahwa Sherry iri padanya sehingga ia selalu mengejek Sherry hingga Sherry hampir meledak. Lalu Mandy menantang Sherry adu jotos dengannya untuk melihat siapa yang lebih kuat. Sherry setuju dan mereka mulai saling meninju. Mandy menarik tungkai Sherry hingga kakinya patah dan Sherry kesakitan sehingga teman-teman yang melihat langsung mengerubuti mereka. Tidak seorang pun memerhatikan Mandy karena mereka sibuk mengangkat Sherry ke klinik.
Sejak saat itu, tidak ada satu pun teman yang mau mendekati Mandy. Semua orang lebih menyukai Sherry. Kakinya hampir sembuh, namun Sherry hanya bisa berjalan dengan tongkat selama beberapa minggu. Sherry pun senang karena teman-temannya lebih memperhatikan kepadanya. Bahkan ada seorang band keren yang bernama Sonny pernah melamar Sherry menjadi pacarnya dan Mandy cemburu.
Dan ternyata adik Mandy yang gembul bernama bon-bon juga bermasalah. Ia dijauhi teman-temannya karena telah tersebar gosip bahwa kakaknya telah menyakiti seseorang. Mandy heran, siapa penyebar gosip tersebut. Ternyata pelakunya adalah Nelly, adik Sherry. Sebenarnya Nelly dikenal sebagai anak yang alim dan pemaaf. Tetapi ia dendam besar terhadap perlakuan terhadap kakaknya. Kini keluarga Mandy pun dikenal sebagai keluarga yang jahat.
Mandy tidak tahan lagi, apalagi Bon-bon telah menyalahkannya sebagai penyebab Bon-bon dimusuhi. Mandy terus berusaha minta maaf kepada Sherry, tetapi Sherry sangat marah dan tidak mau mengampuni Mandy. Meski Sherry sudah bisa berjalan lancar, ia tetap marah pada Mandy. Mandy pun hanya bisa pasrah diledek Sherry hingga teman-teman di sekolah mereka kembali berteman dengan Mandy dan menjuluki Sherry "Nona Naik Darah". Hanya Sonny yang masih betah dengan Sherry. Mandy pun kembali puas, hanya Bon-bon yang masih dijauhi teman-teamnnya karena gosipnya masih ada. Bon-bon masih menyalahkan Mandy.
Mandy lalu berusaha keras meluluhkan hati Nelly agar mau mengampuni Bon-bon. Karena Nelly berkepribadian baik, ia pun mau memaafkan Bon-bon, tetapi Sherry tidak setuju. Sherry tidak tahan diejek teman-temannya dan ia berniat untuk pindah sekolah. Nelly mengikuti kakaknya dan diam-diam mengampuni Bon-bon. Sonny yang masih setia dengan sekolahnya tidak bisa mengikuti Sherry. Tetapi Sonny berjanji akan sering mengunjungi Sherry. Mandy dan Sherry kini dapat hidup tenang tanpa ada yang memusuhi di sekolahnya masing-masing. Namun Mandy masih cemburu terhadap Sherry yang menjadi idaman Sonny. Bon-bon pun tidak lagi dimusuhi sejak Nelly tidak ada lagi karena ia sudah diampuni.
TAMAT
Kepopuleran Mandy membuat Mandy sombong dan ia mengetahui bahwa Sherry iri padanya sehingga ia selalu mengejek Sherry hingga Sherry hampir meledak. Lalu Mandy menantang Sherry adu jotos dengannya untuk melihat siapa yang lebih kuat. Sherry setuju dan mereka mulai saling meninju. Mandy menarik tungkai Sherry hingga kakinya patah dan Sherry kesakitan sehingga teman-teman yang melihat langsung mengerubuti mereka. Tidak seorang pun memerhatikan Mandy karena mereka sibuk mengangkat Sherry ke klinik.
Sejak saat itu, tidak ada satu pun teman yang mau mendekati Mandy. Semua orang lebih menyukai Sherry. Kakinya hampir sembuh, namun Sherry hanya bisa berjalan dengan tongkat selama beberapa minggu. Sherry pun senang karena teman-temannya lebih memperhatikan kepadanya. Bahkan ada seorang band keren yang bernama Sonny pernah melamar Sherry menjadi pacarnya dan Mandy cemburu.
Dan ternyata adik Mandy yang gembul bernama bon-bon juga bermasalah. Ia dijauhi teman-temannya karena telah tersebar gosip bahwa kakaknya telah menyakiti seseorang. Mandy heran, siapa penyebar gosip tersebut. Ternyata pelakunya adalah Nelly, adik Sherry. Sebenarnya Nelly dikenal sebagai anak yang alim dan pemaaf. Tetapi ia dendam besar terhadap perlakuan terhadap kakaknya. Kini keluarga Mandy pun dikenal sebagai keluarga yang jahat.
Mandy tidak tahan lagi, apalagi Bon-bon telah menyalahkannya sebagai penyebab Bon-bon dimusuhi. Mandy terus berusaha minta maaf kepada Sherry, tetapi Sherry sangat marah dan tidak mau mengampuni Mandy. Meski Sherry sudah bisa berjalan lancar, ia tetap marah pada Mandy. Mandy pun hanya bisa pasrah diledek Sherry hingga teman-teman di sekolah mereka kembali berteman dengan Mandy dan menjuluki Sherry "Nona Naik Darah". Hanya Sonny yang masih betah dengan Sherry. Mandy pun kembali puas, hanya Bon-bon yang masih dijauhi teman-teamnnya karena gosipnya masih ada. Bon-bon masih menyalahkan Mandy.
Mandy lalu berusaha keras meluluhkan hati Nelly agar mau mengampuni Bon-bon. Karena Nelly berkepribadian baik, ia pun mau memaafkan Bon-bon, tetapi Sherry tidak setuju. Sherry tidak tahan diejek teman-temannya dan ia berniat untuk pindah sekolah. Nelly mengikuti kakaknya dan diam-diam mengampuni Bon-bon. Sonny yang masih setia dengan sekolahnya tidak bisa mengikuti Sherry. Tetapi Sonny berjanji akan sering mengunjungi Sherry. Mandy dan Sherry kini dapat hidup tenang tanpa ada yang memusuhi di sekolahnya masing-masing. Namun Mandy masih cemburu terhadap Sherry yang menjadi idaman Sonny. Bon-bon pun tidak lagi dimusuhi sejak Nelly tidak ada lagi karena ia sudah diampuni.
TAMAT
CICAK YANG KERAS KEPALA
Ada cicak kecil yang bandel dan keras kepala. Ia tak pernah mau mendengar nasihat dan peringatan dari teman-temannya.
Suatu hari, cicak kecil dan temannya kelaparan dan mau mencari mangsa. Tetapi tak satu pun nyamuk yang dilihat olehnya. Sampai akhirnya, ia melihat ada sebuah rumah yang halamannya terdapat banyak nyamuk. Cicak kecil tertarik untuk berburu nyamuk di rumah itu, tetapi temannya tidak mau ikut. Ia pernah mendengar tentang ikan arwana yang dipelihara di rumah itu. Ikan arwana suka makan cicak. Dan lagi-lagi ia tak mau mendengar peringatan itu. Ia tetap nekad untuk masuk ke rumah itu dan yakin bahwa ikan arwana yang ada di aquarium, tidak dapat mencapai dirinya di tembok
Cicak kecil pun masuk ke rumah itu, sementara temannya tetap di luar. Dan benar saja, ia mendapat beratus-ratus nyamuk di dalam rumah itu. Nyamuk-nyamuk tersebut sangat pusing karena ada bau semprotan nyamuk dan hal ini membuat cicak kecil dapat dengan mudah memakan semua nyamuk itu. Setelah merasa puas, cicak kecil pun ingin kembali untuk menemui temannya dan membujuknya agar juga memburu nyamuk di dalam rumah itu. Masih berada di dinding rumah itu, tiba-tiba ada pintu yang terbuka dan keluarlah seseorang. Selama beberapa detik, mata orang tersebut menatap tajam ke arahnya. Orang itu tiba-tiba mengambil karet dan membidik ke arahnya. Cicak kecil yang sangat kaget dan ketakutan, langsung berlari keluar rumah itu. Belum sempat kabur, punggungnya terasa disakiti dan ia pun terjatuh. Selama sedetik ia tidak sadarkan diri dan ketika sadar, cicak kecil yang malang ini melihat tangan orang itu mendekat ke arahnya. Cicak kecil pun terkejut dan berusaha berlari lagi. Dan memang sudah dasarnya ia hanya seekor cicak, ia pun berhasil didapatkan orang tersebut dan ia dibawa ke dekat aquarium itu.
Karena merasa sudah tidak berdaya, cicak kecil pun melakukan hal yang tidak dapat dilakukan manusia, yaitu mengirimkan telepati untuk temannya. Telepati itu berisi peringatan bahwa ia telah menyesal dan ingin temannya menjadikan ia peringatan agar semua cicak tidak akan ke rumah itu. Dan setelah temannya menerima pesan itu, cicak kecil pun ditenggelamkan dalam aquarium dan dimakan oleh arwana tersebut.
TAMAT
Suatu hari, cicak kecil dan temannya kelaparan dan mau mencari mangsa. Tetapi tak satu pun nyamuk yang dilihat olehnya. Sampai akhirnya, ia melihat ada sebuah rumah yang halamannya terdapat banyak nyamuk. Cicak kecil tertarik untuk berburu nyamuk di rumah itu, tetapi temannya tidak mau ikut. Ia pernah mendengar tentang ikan arwana yang dipelihara di rumah itu. Ikan arwana suka makan cicak. Dan lagi-lagi ia tak mau mendengar peringatan itu. Ia tetap nekad untuk masuk ke rumah itu dan yakin bahwa ikan arwana yang ada di aquarium, tidak dapat mencapai dirinya di tembok
Cicak kecil pun masuk ke rumah itu, sementara temannya tetap di luar. Dan benar saja, ia mendapat beratus-ratus nyamuk di dalam rumah itu. Nyamuk-nyamuk tersebut sangat pusing karena ada bau semprotan nyamuk dan hal ini membuat cicak kecil dapat dengan mudah memakan semua nyamuk itu. Setelah merasa puas, cicak kecil pun ingin kembali untuk menemui temannya dan membujuknya agar juga memburu nyamuk di dalam rumah itu. Masih berada di dinding rumah itu, tiba-tiba ada pintu yang terbuka dan keluarlah seseorang. Selama beberapa detik, mata orang tersebut menatap tajam ke arahnya. Orang itu tiba-tiba mengambil karet dan membidik ke arahnya. Cicak kecil yang sangat kaget dan ketakutan, langsung berlari keluar rumah itu. Belum sempat kabur, punggungnya terasa disakiti dan ia pun terjatuh. Selama sedetik ia tidak sadarkan diri dan ketika sadar, cicak kecil yang malang ini melihat tangan orang itu mendekat ke arahnya. Cicak kecil pun terkejut dan berusaha berlari lagi. Dan memang sudah dasarnya ia hanya seekor cicak, ia pun berhasil didapatkan orang tersebut dan ia dibawa ke dekat aquarium itu.
Karena merasa sudah tidak berdaya, cicak kecil pun melakukan hal yang tidak dapat dilakukan manusia, yaitu mengirimkan telepati untuk temannya. Telepati itu berisi peringatan bahwa ia telah menyesal dan ingin temannya menjadikan ia peringatan agar semua cicak tidak akan ke rumah itu. Dan setelah temannya menerima pesan itu, cicak kecil pun ditenggelamkan dalam aquarium dan dimakan oleh arwana tersebut.
TAMAT
Subscribe to:
Posts (Atom)